Ingin Menjadi Guru Privat? Berikut Tips Menentukan Biayanya!

Spread the love

Di tengah masa pandemi seperti saat ini, pembelajaran di sekolah lebih banyak dilakukan melalui online. Akibatnya, banyak peserta didik yang merasa tidak dapat mencerna pelajaran yang sudah disampaikan oleh guru di sekolah. Tidaklah mengherankan di beberapa daerah, layanan guru privat banyak dibutuhkan, baik tatap muka privat melalui online atau secara langsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini tentunya menjadi peluang buat kamu yang memang sedang mencari uang tambahan atau ingin merasakan bagaimana menjadi seorang pengajar.

Pertimbangan Menjadi Guru Privat

Ya, menjadi guru privat sudah banyak dipilih sebagai salah satu kerja part-time yang paling menguntungkan. Dengan hanya mengajar selama beberapa jam saja, kamu bisa mengantongi uang yang jika diakumulasikan bahkan bisa sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun terkadang, cukup sulit untuk menentukan sendiri berapa besaran biaya les sebagai guru privat meskipun biasanya, dalam satu jam tarif mengajar guru privat berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Lantas, bagaimana menentukan patokan tarif sebagai guru privat?

  • Pertimbangan lokasi mengajar

Lokasi mengajar menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan berapa besaran biaya atau tarif untuk dapat mengajar secara privat. Misalnya jika kamu berdomisili di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat namun harus mengajar di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Tentunya ada beberapa biaya yang perlu menjadi pertimbangan, seperti bensin jika kamu menggunakan kendaraan pribadi atau bahkan biaya transportasi online maupun transportasi umum. Tentunya tidak ingin fee yang didapatkan tidak sebanding dengan biaya yang harus kamu keluarkan hanya untuk biaya transportasi.

  • Pengalaman mengajar dan prestasi

Jika saat ini kamu masih menjadi mahasiswa dan saat kamu sudah menjadi guru, tentunya akan cukup berbeda dari segi tarif yang harus kamu tentukan. Ya, apalagi jika pengalaman kamu masih sangat minim, sebaiknya jangan memberikan tarif yang relatif mahal. Selain pengalaman mengajar, pengalaman dalam hal prestasi juga perlu menjadi pertimbangan. Misalnya jika kamu ternyata sudah pernah menjuarai olimpiade matematika tingkat internasional, tentunya ada sedikit penyesuaian yang dapat kamu pertimbangkan.

  • Mata pelajaran yang diampu

Hal yang juga tidak kalah penting untuk dilihat kembali menjadi sebuah pertimbangan tarif dasar les privat adalah mata pelajaran yang diampu. Bagi kamu yang akan mengajarkan mata pelajaran standar seperti IPA atau Matematika tentu saja akan berbeda tarifnya jika kamu akan mengajarkan keterampilan olahraga atau musik. Selain dari medianya juga berbeda, cara pengajarannya juga berbeda. Apalagi jika kamu juga harus membawa alat-alat praktik sendiri yang penuh dengan risiko, baik saat di perjalanan maupun ketika les tersebut berlangsung.

  • Durasi belajar

Penyesuaian dengan durasi belajar juga patut menjadi pertimbangan. Apakah les tersebut akan dilakukan secara rutin setiap akhir pekan, atau intensif setiap hari selama satu bulan, tentunya akan berbeda. Semakin intensif les yang diminta, tentunya akan ada banyak hal yang harus kamu korbankan, baik dari waktu, tenaga, hingga biaya lainnya. Nah, jika kamu mendapatkan pilihan untuk les secara intensif, pastikan harganya juga disesuaikan dengan kemampuan kamu ya.

Penentuan Sistem Pembayaran Les Privat

Setelah mempertimbangkan beberapa hal untuk dijadikan dasar penentuan tarif fee les privat, jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga pemesan les tersebut untuk menentukan sistem pembayaran biaya lesnya. Biasanya, ada tiga cara yang dilakukan, yakni sebagai berikut.

  • Paket dibayar di muka

Salah satu tren pembayaran les privat yang banyak dilakukan adalah pembayaran di awal pertemuan. Antara guru dan orang tua awalnya sudah menentukan akan ada berapa kali pertemuan. Misalnya 16 kali pertemuan dengan durasi masing-masing 2 jam dan setiap jam dihargai Rp50.000,-. Jadi di awal, guru sudah menerima Rp1.600.000,- dan selanjutnya orang tua tidak perlu membayar biaya les kembali sedangkan guru harus menyelesaikan semua target materi dalam 16 kali pertemuan itu.

  • Pembayaran di setiap pertemuan

Ada juga sistem pembayaran yang dilakukan di setiap pertemuan sehingga di awal tidak dilakukan pembayaran secara langsung. Namun, pastikan durasi belajarnya benar-benar kamu pertimbangkan supaya tidak terjadi miskomunikasi yang bisa menyebabkan kamu menjadi rugi. Pembayaran dengan tipe kedua ini biasanya dilakukan pada saat selesai les, jadi setiap kali selesai guru bisa langsung membawa fee sebesar nominal yang sudah disepakati.

  • Akumulasi akhir bulan

Pembayaran dapat juga dilakukan pada akhir bulan jika memang les dilakukan dalam 1-2 bulan dengan durasi beberapa kali pertemuan. Jadi sebenarnya, sistem ini tidak jauh berbeda dengan sistem pembayaran pertama, hanya saja pembayaran dilakukan di akhir pertemuan. Kendati demikian, beberapa guru privat sering kali menghindari sistem pembayaran seperti ini supaya ada komitmen yang jelas dari pihak guru dan siswa ataupun orang tua.